Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden RI (Pemerintah)


Tangerang, 27 Oktober 2010

Kepada Yth : Bapak Presiden RI (Pemerintah)

Di_

Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur kita sanjungkan kepada yang Maha Suci dan Maha Ghofur, Allah SWT. Tuhan semesta alam, penguasa langit dan bumi beserta isinya. Yang dengan segala kuasanya telah dan terus memberikan kenikmatan yang tiada tara kepada kita semua.

Shalawat serta salam, mari kita sanjungkan kepada kekasih Allah yang Agung, kita haturkan kepada kekasih Allah yang Luhur, Habibana Wannabiyana Muhammad SAW, yang telah menyelamatkan kita dari kenistaan ke jalan yang penuh kemuliaan, tak luput beriring keluarganya, sahabatnya, para penerus dakwah ajarannya serta kita para pengikutnya. Amin ya robbalalamin.

Bapak Presiden Republik Indonesia (RI), Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (Bapak SBY) yang terhormat, yang mudah-mudahan selalu dalam lindungan Allah SWT baik dari segi fisik, mental, spiritual maupun pemikirannya dalam memimpin kami untuk menuju kesejahteraan yang menjadikan negeri ini negeri yang Baldatun Thoyyibatun WaRobbun Ghofur.

Dalam kesempatan ini, melalui media ini, saya ingin menyampaikan beberapa usulan mengenai kondisi negeri kita saat ini yang sedang dan selalu dirundung musibah dan bencana alam yang seolah tidak ada hentinya. Satu bencana datang, belum selesai kita berbenah kemudian muncul lagi bencana baru, begitu.. begitu… dan terus begitu. Hingga kita patut berpikir atas segala musibah ini.

Banyak para ahli yang mumpuni dibidangnya disetiap bencana atau musibah memaparkan segala dalil-dalil keilmuan yang berkaitan dengan bencana tersebut, setiap dalil yang diungkapkan tentu bisa mereka pertanggungjawabkan secara ilmiah, tapi kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan spiritual tentu tidak dapat berpegang pada satu hal tersebut. Kita percaya, bahwa daun yang jatuh atau ranting yang patahpun tidak terlepas dari kehendak Allah SWT. Apalagi gunung yang meletus, tsunami, gempa bumi, longsor, banjir, wabah penyakit, kecelakaan transportasi, dan lain sebagainya, tentu itu semua menjadi bagian dari kehendak Allah SWT.

Baik dan buruk segala persoalan kehidupan, demikian halnya bencana, kita yakini betul bahwa itu semua merupakan kehendak Allah SWT, yang memang awal permasalahannya tidak jarang merupakan efek perbuatan dari umat manusianya itu sendiri, namun efek itu terjadi atau tidak tergantung Allah SWT  berkehendak atau tidak. Kita juga percaya, bahwa tidak ada persoalan atau ujian yang Allah berikan kepada kita diluar kemampuan kita, selama kita mau berpegang teguh kepada ajaran-Nya, dan yang terpenting sejauh mana kita mampu bersyukur dan meminta kepada Allah SWT.

Oleh sebab itu Bapak Presiden yang terhormat, ijinkanlah saya, salah satu dari ratusan ribu rakyat Indonesia yang bapak pimpin, yang juga merupakan salah satu dari ratusan rakyat yang akan memberikan nilai pertanggungjawaban sang pemimpinnya kelak dihadapan Allah SWT untuk menyampaikan beberapa usulan. Adapun usulan yang dimaksud antara lain ;

  1. Pada dasarnya sebagai rakyat, saya mendukung setiap upaya pemimpim, khususnya bapak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kami (rakyat), baik dari segi perekonomian, pembangunan infrastruktur, maupun sumber daya manusia. Namun ada satu hal pak yang benar-benar krisis dinegeri kita, yaitu persoalan moral dan spiritual. Disini, beban tanggung jawab tidak bisa hanya diberikan kepada tokoh agama, tokoh spiritual, tokoh pendidik maupun setiap diri perorangan. Kita butuh sosok seorang pemimpin negara yang juga mau untuk menyerukan kepada rakyatnya, elemen pemerintahannya dan semuanya mengenai perbaikan moral dan spiritual, kita butuh teladan yang memotivasi, dan bapak sebagai kepala negara saya rasa merupakan sosok yang sentral sebagai simbol negara sekaligus simbol pemersatu yang akan memberikan dampak yang baik. Dengan demikian kita akan berjalan beriringan, dimana bapak sebagai imamnya menuju bangsa yang bermoral dan religius, sehingga kita semua jadi lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  2. Bapak presiden menginstruksikan/mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia melalui jajaran dan struktural pemerintah hingga ke perangkat desa/kelurahan untuk mengadakan Do’a Bersama atau Dzkir atau bahkan Taubat bersama secara serentak di seluruh penjuru tanah air, dipimpin oleh para tokoh agama setempat sebagai tonggak momentum bangsa kita untuk berbenah secara spiritual. Syukur-syukur dilakukan secara berkesinambungan secara terus menerus.
  3. Menggerakan dan mengorganisir masyarakat Indonesia (melalui lembaga terkait) yang berkategori  mampu secara finansial untuk menyisihkan sebagian hartanya  guna memulihkan kembali sendi-sendi kehidupan yang telah rusak dan hancur.

Tujuan dari beberapa usul saya sampaikan tersebut pak, tidak lain merupakan upaya kita bersama untuk meminta ampunan kepada Allah SWT atas kesalahan yang telah kita lakukan, dan meminta kemudahan untuk bangsa kita dalam menapaki kehidupan. Tidak dimintapun Allah SWT yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang telah memberi, terlebih lagi jika dipinta, Allah SWT pasti akan memberi lebih, disitu pula momentum bagi kita yang telah banyak lalai untuk mensyukuri segala nikmat yang telah diberi. Urusan-urusan moral dan spiritual memang urusan setiap diri masing-masing, tapi kami sadar pak, bahwa moral kami dan spiritual kami sedang rusak yang pada akhirnya menimbulkan efek kerusakan yang fatal, dan kami butuh perbaikan tidak hanya dari internal tapi juga dari eksternal yang juga dapat mempengaruhi internal kami secara positif.

Adapun mengenai format surat ini ada beberapa hal yang harus saya sampaikan, antara lain ;

  1. Saya sendiri tidak yakin bapak presiden akan membaca surat terbuka yang saya muat di blog ini, tapi saya lebih tidak yakin lagi jika saya harus mengirimkan surat ini secara resmi baik ke Istana, Rumah Bapak, maupun layanan Po Box Bapak. Karena surat seperti ini, apa lagi dari rakyat biasa seperti saya (mungkin) cenderung dinilai tidak berati bagi bapak, namun sangat berarti bagi saya dan seluruh bangsa (menurut saya). Telebih surat yang tertuju untuk bapak sangat banyak, dan tidak langsung dibaca oleh bapak, melainkan oleh staf-staf bapak, yang kemudian dipilih-pilih mana yang harus disampaikan, dan celakanya jika yang disampaikan itu yang hanya membuat bapak terlihat senang, hati-hati ya pak..🙂
  2. Seaindainyapun surat terbuka ini tidak dibaca oleh bapak, mudah-mudahan masyarakat luas dapat membacanya yang kemudian dapat memberikan nilai inspirasi dan semangat bersama untuk mewujud Indonesia yang religius secara bergandengan.

Saya sadari betul pak, saya sudah lancang untuk membuat surat terbuka ini yang mungkin bisa dikatakan sangat berpotensi salah alamat, sehingga tidak tertuju langsung untuk diterima oleh bapak (dan itu memang sesuatu yang mustahil bagi saya), namun dengan surat ini setidaknya unek-unek yang mengganjal di hati dan pikiran saya dapat tersalurkan, dan syukur-sykur memberikan nilai manfaat.

Dan saya juga mohon maaf yang sebsar-besarnya apabila terdapat kesalahan-kesalahan baik dari tata bahasa maupun tulisan. Apa yang benar dalam surat ini tidak lain merupakan kuasa Allah SWT, dan segala kesalahan yang ada itu semata-mata adalah kelemahan atas diri saya pribadi yang bukan berarti menutupi pertanggungjawaban atas kelebihan yang Allah berikan.

Akhir kata, semoga Allah SWT mengampuni segalah kesalahan kita semua, dan mudah-mudahan kita mampu memanfaatkan sisa umur yang ada ini untuk berbuat sesuatu yang mengandung nilai-nilai keridhoan Allah SWT.

Wabillahi Taufik Walhidayah,

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Hormat,

Rosidin ( Kang Javas )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: