Kemerdekaan Jadi Lebih Bermakna di Bulan Suci Ramadhan


Hari ini, 17 Agustus 2010 menurut kalender julian atau yang lebih dikenal masehi, bangsa kita tepat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan yang ke 65. Sebuah hari yang kadang sering dianggap tidak kalah sakral dengan hari-hari besar keagamaan. Sudah secara rutin setiap tahunnya kita memperingati hari kemerdekaan dengan segala kemeriahan dan “seadanya”, yang setiap kemeriahan dalam senyumannya mampu membuat kita melupakan segala persoalan dan kesulitan yang kita hadapi, meskipun sangat sejenak.

Bagaimana dengan perayaan kemerdekaan tahun ini ?, banyak memang yang bilang tidak meriah, tidak rame, sepi dan istilah lainnya yang seolah-olah bernada cemberut dalam mengapresiasi kemerdekaan.

Setiap tahun perayaan kita selalu disuguhkan dengan deretan pohon pinang yang ditanam dengan buahnya berbagai macam hadiah, bentangan tali yang menggantung kerupuk-kerupuk nan renyah untuk disantap secepat kilat, panggung-panggung hiburan yang dipasang di pelosok kampung hingga kota. Namun ditahun ini kita harus sepakat, bahwa kita sulit untuk menemukan pemandangan seperti itu, hal ini tidak lain dan tidak bukan karena peringatan HUT RI kali ini bertepatan dimana umat muslim sedang menjalankan kewajibannya dalam menunaikan ibadah puasa.

Momen waktu yang bersamaan ini memang bukanlah sesuatu yang aneh ataupun salah, dengan terus berjalannya waktu yang bersandar pada 2 metode penanggalan peristiwa seperti ini kelak pasti akan terulang kembali.

Merayakan kemerdekaan ditengah-tengah kesucian Ramadhan, mungkinkah ??? kita harus yakin, sangat mungkin. Bertepatannya HUT RI ke 65 dengan Bulan Ramadhan 1431 H, memberikan arti tersendiri yang menurut saya ini adalah momen terbaik untuk memaknai sebuah kemerdekaan yang kita ketahui bersama masih jauh dari merdeka sesungguhnya.

Semangat kemerdekaan yang ingin membebaskan diri dari belenggu penjajahan kini bisa semakin kita maknai, hari kemerdekaan yang biasanya kita rayakan dengan penuh kemeriahan, gemerlap, dan hura-hura yang sering menggambarkan bahwa kita bebas sebebas-bebasnya, hingga kita kadang dibuat lupa bahwa kita hidup dalam aturan, kini kita harus menahan itu atau bahkan menghilangkannya sama sekali. Acara-acara yang biasanya dibuat kadang tidak bermakna dan tidak bermanfaat nyata, kini dengan bertepatannya bulan suci Ramadhan kita bisa membuat acara yang jauh lebih baik, jauh lebih bermanfaat, dan memiliki makna yang nyata.

Malam-malam perayaan kemerdekaan yang biasanya terasa meriah dengan hiruk-pikuk panggung hiburan kini terasa lebih indah dengan disambut oleh lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari tiap-tiap mushola, surau dan mesjid, bahkan rumah kerumah. Nilai transaksi miliaran rupiah untuk dihamburkan pada setiap peringatan HUT RI kini bisa lebih jauh bermakna dengan dimanfaatkan untuk berbagi takjilan, berbagi sembako, berbagi pakaian atau lain sebagainya yang dapat memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita, dan sebagai bonus di bulan suci ini Allah memberikan berlipat-lipat pahala untuk segala perbuatan baik kita. Subhanallah….

Sungguh, ini memang HUT RI paling bermakana dan paling indah, mari kita buat peringatan kemerdekaan di tahun ini jauh lebih bermakna dan bermanfaat !

Comments
2 Responses to “Kemerdekaan Jadi Lebih Bermakna di Bulan Suci Ramadhan”
  1. Usup Supriyadi mengatakan:

    Ketika bangsa ini mendeklarasikan kemerdekaannya 17 Agustus/9Ramadhan waktu itu, tidak ada perayaan besar-besaran untuk menyambutnya. Tidak ada hiruk pikuk dan gegap gempita menyambut hari yang sudah dinanti-nantikan itu. Satu-satunya ‘perayaan’ yang dilakukan serentak oleh segenap bangsa ini di hari kemerdekaan itu adalah Shalat Jumat. Ya, hanya inilah kegiatan massal yang istimewa di hari kemerdekaan itu. Tidak ada acara makan-makan dan minum-minum karena semua punggawa negeri ini, pejuang, patriot, dan rakyat, mereka tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan mereka.

    ruh kemerdekaan saat itu berkiblat kepada Al-Qur’an, entah kini….

    • Kang Javas mengatakan:

      Harus kita kembalikan ke Al-Qur’an, kita tahu betul ketika Bung Tomo memimpin arek-arek Suroboyo, yang terpendam di jiwa perjuangannya adalah Allahuakbar….. Allahuakbar…. !!! Allahuakbar…!!!! ini menandakan bahwa perjuangan bukan semata-mata untuk Indonesia, melainkan juga perjuangan dijalan Allah. Terimakasih banyak sobat sudah mampir kemari, semoga apa yang ada disini bisa jauh lebih bermanfaat, Insya Allah saya akan berkunjung balik🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: