MASA LALU YANG TIDAK MAU BERLALU


Pahit – manis, asam – asin, suka – duka, itulah masa lalu. Sebuah masa yang semua orang pasti mengalami, sedang mengalami dan akan mengalami. Masa lalu selalu membawa kisah yang akan terus terkeam dalam memori kita, meskipun tidak seluruhnya. Ada cerita yang ingin selalu kita kenang, atau bahkan ingin kita buang jauh-jauh. Ada kisah yang selalu terbayang namun ketika itu terbayang akan membuat kita meneteskan air mata, meskipun sebetulnya itu indah.

Banyak hal yang akan membawa kita ke dalam “zona” masa lalu yang kadang kita merasa dibawa kembali kedalam ruang dimana kita pernah singgah didalamnya. Hal yang paling sering mengingatkan kita kedalam suasana lama adalah musik, ketika terdengar suasana musik yang pernah kita dengarkan dimasa yang lalu maka jiwa dan pikiran kita akan seketika dibawa kedalam masa itu. Sewaktu kecil, ketika subuh pejaman rapat mata saya sering dibuka secara perlahan melalui gugahan keimanan dari Da’i Sejuta Umat, KH Zaenudin MZ melalui siaran radio, kini di tahun 2010 sudah sangat jarang sekali dikala subuh hari mendengar seruan ceramah dari sang kiyai, maka ketika saya mendengarnya disaat subuh, sontak itu mengingatkan saya dikala kecil.

Sobat mungkin pernah merasakan sebuah momen dengan dibarengi sebuah lagu, dan  setelah sekian lama masa-masa itu berlalu kemudia sobat mendengar lagu kenangan tersebut. Hemmmm…. Apa yang sobat ingat ?.

Tidak jarang pula, eksistensi masa lalu sering diingatkan dengan kebendaan, sebagai contoh, dari dulu sampai sekarang ada

Davos, Permen Legenda Indonesia

sebuah permen yang paling eksis dan melegenda seiring perjalanan bangsa, yaitu permen Davos, permen yang satu ini sampai sekarang masih beredar dipasaran meskipun memang agak sulit ditemukan, permen Davos sudah diproduksi selama 75 tahun, jadi bisa anda bayangkan berapa generasi yang punya kenangan indah bersama permen Davos ?. Untuk waktu dulu bias dibilang “biar tidak sekolah tidak bawa uang, yang penting ada permen Davos” .

Ada sebuah kebiasaan yang mungkin bisa disebut juga kebiasaan buruk dalam diri saya, yaitu senang tidur di luar, terutama pada saat musim hujan. Ada satu hal yang membuat senang dengan tidur diluar, dulu waktu kecil saya bersama orang tua saya tinggal disebuah rumah yang terbuat dari bilik bamboo tanpa langit-langit, jadi kalau musim hujan tiba percikan air yang halus sering mengenai saya, dan itu semakin membuat saya merasa nyaman terutama dalam hangatnya pelukan ayah dan ibu. Kini saya tidak lagi bersama mereka, oleh karena dengan tidur diluar semakin meningkatkan rasa rindu saya pada Ayah dan Ibu tercinta.

Masa lalu memang telah berbicara indah, meskipun pada saat dilaluinya sangat pahit, rasa pahit itu kini menjadi manis walau saat ini sendiri dalam kepahitan. Masa lalu itu telah menjadi bumbu kehidupan yang tetap memberikan cita rasa tersendiri. Masa lalu telah memberikan pelajaran untuk masa depan yang sedang dirintis, masa lalu adalah waktu yang nyata yang telah mampu kita hadapi segala pahit getirnya, masa kini akan menjadi masa lalu, masa depanpun akan menjadi masa lalu, dan kita adalah masa lalu yang sedang berjalan maju, semakin dekat kita menuju semakin cepat kita berlalu, karena kita adalah sejarah !.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: