BENTROKAN DI PRIUK, KENAPA BISA ?


Rabu, 13 April 2010, tidak seperti biasanya saya pergi ketempat kerja menggunakan pakaian serba hitam, sepatu hitam, baju hitam, celana hitam dan tas hitam. Sepanjang perjalanan terus terang saya merasa sangat tidak tenteram, hati gundah gulanah seakan-akan saya sedang menghadapi masalah yang sangat rumit. Setibanya ditempat kerja banyak orang yang menyindir saya seperti orang yang mau ngelayat, maklum suasana kerja penuh dengan kekeluargaan.

Ketika masuk keruangan kerja, waktu menunjukan masih pukul 7 pagi, sedangkan waktu mulai kerja baru dimulai pukul 9 nanti, sayapun mencoba meluangkan waktu sambil menonton acara “Apa Kabar Indonesia” di TvOne melalui saluran streaming. Setengah kaget, acar televisi tersebut persis sedang menyiarkan secara langsung saat bentrokan baru akan dimulai. Penuh was-was dan takut saya mencoba untuk terus menyaksikan peristiwa tersebut, dan….. bentrokanpun terjadi tak ubahnya perang antar dua kubu pasukan. Dassssssssssss…….. akhirnya Satpol PP DKI bentrok dengan masyarakat penolak penggusuran atas makam “Mbah Priok” dan sekitarnya, terus terang hati saya sangat miris.

Terus terang, saya tidak tahu persis permasalahan yang memicu bentrokan tersebut, saya tidak akan membahas sejarah makam tersebut, saya tidak akan membahas sejarah perselisihan tersebut, dan saya tidak akan membahas siapa yang bersalah diantara Satpol PP dan Masa. Saya hanya bertanya kenapa ini bisa terjadi ?. Dari kejadian berdarah ini, yang saya anggap sangat “sadis”, ada satu hal yang harus kita garis bawahi, yaitu Kemanusiaan. Tapi perlu dicatat juga bahwa saya bukan  berbicara masalah HAM.

Bagaimanapun, Satpol PP adalah manusia, dan masa penolak penggusuranpun manusia, antara keduanya sama-sama manusia yang sudah otomatis sama-sama memiliki kebutuhan dasar baik secara moril maupun materil yang sama pula. Namun yang membenturkan keduanya adalah perbedaan prinsip yang secara tidak kebetulan pihak diantara keduanya (ketiga) tidak mampu menjadi mediator yang baik, yaitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ya, terus terang saya sangat menyalahkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sekalipun betul bahwa pihak-pihak yang terlibat didalam bentrokan tersebut tidak bisa dibenarkan.

Satpol PP adalah penegak segala peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah, dan masyarakat adalah sekumpulan manusia yang harus mendapatkan pelayanan dari pemerintah daerah yang harus taat pada peraturan daerahnya, sedangkan pemerintah daerah wajib memlihara, melayani dan membina keduanya. Nah disinilah letak kegagalan pemerintah daerah DKI Jakarta. Satpol PP merasa benar atas tugas yang dilaksanakannya, karena itu sudah merupakan kewajibannya sebagai penegak perda (apa yang dikatakan Pemprov harus siap grak laksanakan) yang harus mengabdi penuh kepada negara yang dalam hal ini adalah pemrov, dan massa merasa benar dengan tindakan yang diambilnya karena sebagai bagian dari keyakinan atas agama yang dianutnya sekaligus sebagai rasa hormat terhadap sejarah. Nah, ketika dua prinsip berbeda ini dibenturkan demi satu kepentingan yang disebut dengan “penegakan hukum” atas pihak keempat (yang disebut-sebut sebagai pemilik lahan kawasan makam “Mbah Priok”) yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pemprov DKI pastinya sudah tahu, bahwa masa penolak penggusuran makam akan melakukan perlawanan terhadap upaya penggusuran yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI melalui tenaga-tenaga siap sedia  Satpol PP, kalau memang pemprov DKI mengayomi semua pihak dengan mengedepankan upaya-upaya musyawarah, kenapa Satpol tetap dipaksakan untuk merangsek masuk ke kawasan makam yang sudah pasti akan berbenturan dengan masa yang sudah siap siaga disana ?, mugkinkah Pemprov DKI mengira bahwa masa akan mudah dipukul-mundur oleh Satpol PP dengan segala perlengkapan (senjata)-nya ? Bagaimanapun telah terjadi kesengajaan dari Pemprov DKI untuk menjadikan bentrokan antara Satpol PP dengan masa penolak penggusuran, kalau tidak sengaja kenapa tidak dicegah dari awal ?.

Satpol PP tidak mungkin mundur tanpa ada komando, dan ia akan terus maju seiring dengan adanya instruksi dari pimpinan . Begitu juga dengan masa, dengan bekal keyakinan atsa kepercayaan yang dianut bukan tidak mungkin semangat militansi telah membaja didirinya untuk menghadapi Satpol PP. Dan benar saja, (saya yakin diluar dugaan Pemprov DKI) massa melakukan perlawanan secara habis-habisan, hingga akhirnya korbanpun berjatuhan, parahnya lagi korban terbanyak ada dipihak aparat Satpol PP. Bayangkan, betapa sadisnya ini ! Tidak-kah kita membuka mata hati kita secara mendalam ?, dimana orang-orang pintar yang mengambil kebijakan yang duduk di pemerintahan DKI Jakarta ? Haruskah demi sebuah nilai-nilai materi yang tersimpan dibalik megahnya Pelabuhan Tanjung Priok harus mengorbankan manusia-manusia disekitarnya ?, Lalu untuk apa materi-materi tersebut dikejar jika hanya untuk menjatuhkan korban ?.

Mungkin sebagian besar masyarakat akan menggap dzalim kepada Satpol PP, nanti dulu ! harus kita pahami betul bahwa Satpol PP bekerja atas perintah, jangan tanyakan siapa yang memerintahkan karena anda sudah pasti tahu !. Akan lebih tidak bijak lagi jika kita menyalahkan massa (bukan berarti pula kita harus membenarkannya). Terus terang saya sangat kecewa dengan kebijakan Pemprov DKI untuk satu kasus ini sehingga harus menyebabkan korban berjatuhan, tidakkah membayangkan bahwa nyawa itu berharga ?. DIDIKLAH KAMI DENGAN HATI DAN OTAK  !

Comments
3 Responses to “BENTROKAN DI PRIUK, KENAPA BISA ?”
  1. Wahid Madura mengatakan:

    Entahlah, mungkin itu komentar saya. Karena materi bagi pembesar negeri ini adalah segala, daripada rakyatnya.

  2. erwinaziz mengatakan:

    semoga masalah ini akan selesai dengan kekeluargaan, tidak dengan kekerasan antara kedua belah pihak. semoga tidak akan ada lagi korban.

  3. uhoy mengatakan:

    materi telah merenggut segalanya…….

    apakah mereka pintar aatau cuma merasa pintar??? sehingga ultimatumnya selalu harus memakan korban……ataukah untuk sekarang manusia itu tidak ada lagi mertabatnya??

    bingung sangad awa……..mana nilai2 pancasila nya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: