Festival Museum Nusantara


Festival Museum Nusantara - Museum Bayt Al-Qur'an

Kita masih ingat betul ketika para pendiri bangsa ini mengatakan, bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan mau belajar dari sejarahnya”. Kini apa yang disampaikan para pendahulu itu menjadi titik balik pertanyaan bagi kita akan penghargaan dan pembelajaran kita terhadap sejarah bangsa yang telah berlalu, yang sedang dilewati dan yang akan dihadapi. Banyak hal yang dapat memberikan pembelajaran bagi kita akan sebuah perjalanan peradaban bangsa kita dari masa ke masa hingga detik ini dan salah satunya adalah museum.

Berkaitan dengan itu, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyelenggarakan sebuah momen untuk menyadarkan kita akan pentingnya museum sebagai saksi perjalanan sejarah bangsa, yaitu Festival Museum Nusantara yang mulai dibuka pada tanggal 8 Januari 2010 dan akan berlangsung sepanjang tahun 2010. Festival Museum Nusantara diselenggerakan bersamaan dengan telah ditetapkannya tahun 2010 sebagai Tahun Kunjungan Wisata Museum oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia pada tanggal 30 Desember 2009. Dalam Festival Museum Nusantara ini, TMII sebagai penyelenggara utama didukung oleh 17 museum dan anjungan daerah di TMII. Selama Festival Museum Nusantara berlangsung manajemen TMII memberikan diskon harga tiket masuk hingga 50% sebagai upaya untuk meningkatkan traffic kunjungan para wisatawan.

Melalui Festival Museum Nusantara ini sebetulnya kita telah disadarkan oleh panitia penyelenggara bahwa kita telah diwarisi saksi-saksi sejarah dari masa lalu yang tidak lekang dimakan zaman selama kita masih peduli, saksi-saksi itu adalah berbagai benda peninggalan dari berbagai zaman yang sebetulnya benda-benda tersebut telah dan akan terus berbicara bagaimana kondisi peradaban ketika benda-benda tersebut diciptakan. Sebagai contoh, bisa kita bayangkan ketika putra-putri atau adik-adik kita tumbuh dizaman sekarang mereka tidak akan mengenal lagi bagaimana sebuah televisi pernah tercipta dalam display hitam putih (Grayscale) ketika tidak ada lagi yang mengbadikannya, mereka tidak akan bias belajar bahwa sebuah peradaban itu akan terus berkembang dan berubah, hari ini mungkin sebuah mobil masih berjalan diatas bumi, entah esok atau lusa mungkin saja akan berjalan diatas langit.

Berkesempatan dengan diadakannya Festival Museum Nusantara sudah saatnya kita mengajak sanak saudara kita untuk mengunjungi museum-museum khusunya yang ada di Taman Mini Indonesia indah, karena dengan demikian kita sudah memberikan hiburan yang memberikan nilai edukasi minimal dilingkungan terdekat kita, yaitu keluarga. Beberpa museum yang tersedia di Taman Mini Indonesia Indah yang sekaligus mendukung acara Festival Museum Nusantara antara lain Museum Indonesia, Museum Penrangan, Museum Telekomunikasi, Museum Iptek, Museum Asmat, Museum Timor-Timur serta Museum Bayt Al-Qur’an.

Khusus untuk Museum Bayt Al-Qur’an memberikan rasa kagum dan kesantersendiri bagi saya, dari beberapakoleksi yang tersimpan di “Rumah Al-Qur’an” tersimpan dan terawatt dengan baik berbagai karya para ulama dizaman dahulu dan terbaru. Bisa kita bayangkan betapa teguh dan ikhlasnya para ulama kita dalam menyebarkan kebaikan dalam sebuah konsepsi agama ketika dengan sabarnya mereka menulis ulang dan menyusun mushaf Al-Qur’an dalam berbagai bentuk dan ukuran yang dalam pembuatannya memerlukan waktu yang tidak sebentar dan harus memiliki kesabaran yang tinggi. Salah satu mushaf palin terkenal adalah Mushaf Wonosobo yang merupakan mushaf terbesar hasil kreasi du orang santri Pondok Pesantren Al-Asy’ariah, Wonososbo, Jawa Tengah.

Dimuseum yang resmikan pada tanggal 20 April 1997 tersebut juga ditampilkan berbagai Al-Qur’an berstandar Departemen Agama Republik Indonesia, baik itu Al-Qur’an biasa maupun Braiile untuk umat Islam yang (maaf) tunanetra. Karena sifat museum yang merekam jejak peradaban manusia, dimuseum Bayt Al-Qur’an juga tersaji Al-Qur’an interaktif dalam bentu software (perangkat lunak) komputer sebagai hasil kreasi pradaban manusia terkini yang akan menjadi warisan penceritaan untuk masa depan.

Festival Museum Nusantara memberikan pelajaran kepada kita akan keatifitas peradaban bangsa kita pada masa yang telah berlalu dan masa kini yang akan memberikan nilai inspirasi untuk masa depan, sudah saatnya bangsa kita intropeksi melalui peninggalan-peninggala karya para pendahulu kita yang tersimpan dan terawat dengan baik di museum, sudah kah kita berkarya ? kita hidup dizaman yang lebih maju, dan kita harus malu pada para pendahulu kita yang sudah memberikan hasil karya sekaligus nilai-nilai inspirasinya.

Artikel ini saya tulis dalam rangka turut mengkampanyekan Tahun Kunjungan Museum yang dipelopori dengan Festival Museum oleh Taman Mini Indonesia Indah, Saya sadar bahwa apa yang saya tuangkan disini masih jauh dari kesempurnaan, saya hanya berusaha untuk berbuat sebisa saya dalam mendengungkan sadar wisata museum meskpiun mungkin usaha saya bernilai kecil atau bahkan tidak bernilai sama sekali. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan sekali adanya saran dan kritik yang dapat memberikan nilai-nilai inspiratif khusunya buat saya dan umumnya buat kita semua.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: