Hikmah Dibalik Aksi Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher


Pekan ini lagi-lagi Indonesia dihebohkan dengan peristiwa yang bisa dianggap sensasional, ya… Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher menjadi ikon pemberitaan di semua media, namanya beredar disegala lini, berawal dari aksi penipuannya yang luar biasa cerdik mampu membuat korbannya seperti terhipnotis, aksinya yang menggurita menjelajah kota-kota besar akhrinya terbongkar secara merebak. Berbagai asumsi dan pendapatpun bermunculan dari publik, terutama dari para korbannya.

Kisah petualangan Selly adalah sedikit gambaran dari sekian banyak fenomena sosial dan kriminal yang terjadi di lingkungan masyarakat kita yang semakin diselimuti oleh hedonisme, instanitas, dan materialistis. Kisah Selly bukan tidak mungkin akan menginspirasi banyak orang untuk melakukan tindakan yang sama, atau bahkan mungkin masih banyak ribuan Selly-Selly lainnya yang memiliki pandangan dan gaya hidup yang sama.

Bombastisnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menggiring manusia kepada tingkat pemanjaan yang sangat tinggi, perkembangan tersebut tidak akan bisa dikendalikan terkecuali oleh para konsumennya dalam menyesuaikan antara kebutuhan dan pemenuhan kebutuhan sehemat mungkin, perkembangan itu pula yang akan menggiring manusia pada tingkat pemenuhan kebutuhan yang tinggi namun dapat dipenuhi secara cepat, mudah, dan instan. Bahayanya justru kita malah menjadi objek yang dikendalikan oleh perkembangan zaman, sehingga dari waktu kewaktu kitalah yang dibuat mengejar zaman.

Perilaku Selly adalah salah satu indikasi dari sifat hedonisme dimana dunia dan materi menjadi kebutuhan segalanya, namun untuk menggapai itu ia merasa tidak mampu sehingga ia melakukan jalan pintas dengan memanfaat kelebihan pada dirinya baik dari segi fisik, intelektual, mobilitas maupun pengalaman untuk menggapai keinginannya tersebut. Sebetulnya bisa saja masih banyak perilaku yang lebih ekstrim dari seorang Selly, namun Selly menjadi lebih bombastis karena tindakannya diapresiasi dari banyak sudut pandang.

  • Dari sudut pandang kriminalitas tentu ia dapat dikenakan pasal 378 dan pasal 374 tentang penipuan, belum lagi ketika dia berperan sebagai wartawan Kompas gadungan, berlapis deh pasalnya.
  • Dari sudut teknologi Selly jelas banyak menggaet korbannya dari situs jejaring sosial hingga akhirnya jejaring sosial itu pula-lah yang merebakan namanya ke seantero jagat tanah air, dan menjadi pusat pelaporan DPO atas dirinya  secara terbuka dari para korbannya.
  • Dari sudut sosial Selly memiliki kemampuan yang lebih dengan begitu mudahnya ia bersosialisasi seolah tanpa ada batasan dan perbedaan hingga mungkin antara dia dan korbannya sudah saling mengenal bertahun-tahun sehingga mungkin ada rasa iba dari para korbannya kepada Selly. (Ilmu apa sebenernya yang dia miliki sehingga begitu banyak orang yang terperdaya ?)
  • Dari sudut ekonomi, Selly telah menggambarkan betapa tingginya jiwa materialisme masyarakat kita namun tidak mau berusaha keras sehingga ditempuhlah cara-cara intsan.
  • Dari sudut pandang Pers, jelas tindakan Selly telah mencermankan nama baik Kompas khususnya dan Media Masa umumnya, sudah pasti Selly pun menjadi bahan perbincangan hangat dikalangan pers.
  • Dari sudut pandang agama sudah sangat jelas bahwa ini adalah suatu tindakan yang tidak ada pembenarannya dari agama apapun, dan ini adalah indikasi betapa semakin jauhnya agama dari jiwa kehidupan kita sebagai umat yang menyakini akan adanya Tuhan.
  • Dari segi intelektualitas sebetulnya Selly ini sangat jenius, cerdik, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kepandaian, (ya kalau tidak pandai, mana mungkin dia bisa menipu ?). Sayangnya kepandaian yang ada pada dirinya tidak dipergunakan dengan baik, dengan kata lain ia telah melakukan “Penyalahgunaan Kepandaian”.
  • Dari segi mobilitas atau pergerakan atau aktivitas Selly mampu beraktivitas secara tinggi dan cepat, bayangkan saja, ketika namanya sudah beredar luas di media masa masih sempat-sempatnya ia meraih keuntungan dari penipuannya di Kota Bandung dengan nominal sebesar Rp. 6,8 juta.

Saya yakin, masih banyak sudut pandang lain yang mampu membuat seorang Selly menjadi objek perbincangan di semua lini.

Bagi banyak orang, mencari rizki yang halalan toyyiban (halal dan baik) nyaris dianggap suatu pekerjaan yang sia-sia. Adanya peluang untuk korupsi, kolusi, manipulasi dan sejenisnya yang berseliweran di depan hidung, benar-benar membuat mata mereka menjadi “silau”. Rangsangan manipulasi dan kolusi itu menjadi “klop” manakala kita melihat keadaan ekonomi yang semakin sulit akhir-akhir ini. Susahnya mencari pekerjaan, harga barang-barang kebutuhan yang terus melambung serta gaya hidup yang semakin men-jetset hingga membuat kebanyakan manusia jadi lupa diri, tabrak sana tabrak sini tanpa memperdulikan norma agama, yang penting fulus (uang) bisa didapat dengan mudah walupun harus dengan cara yang kotor dan keji.

Keadaan seperti ini sesuai dengan apa yang telah disyairkan oleh seorang penyair muda di Zaman Jahiliyah dahulu yang bernama Thorofah bin Al-‘Abdi : “‘Apabila anda tak dapat memuaskan keinginanku, biarlah aku memenuhinya dengan seenakku sendiri, orang akan memuaskan nafsunya selama hidup. Setelah mati nanti anda akan tahu bahwa kita semua haus !”. Manusia yang menyatakan dirinya “modern” pastilah menjadi pengikut aliran ini walaupun tidak dengan terang-terangan memproklamirkan dirinya, kecuali orang-orang yang diperliharakan Allah dari padanya

Dan dari sudut pandang itu pula saya berusaha untuk menarik sedikit hikmah dari sekian banyak hikmah yang dapat kita tarik dari fenoma “sang” Selly ini.

  • Kita harus lebih berhati-hati terhadap orang yang baru kita kenal, baik secara nyata maupun maupun maya, namun bukan berarti kita harus berpandangan negatif terhadap orang yang baru kita kenal, cukuplah perkenalan dunia maya dijadikan sebagai ajang komunikasi dan dunia nyata yang berawal dari perkenalan dunia maya menjadi ajang silaturahmi dengan tetap berpegangan kepada kehati-hatian tapi juga berpraduga tak bersalah.
  • Kita harus mampu mengendalikan hasrat kebutuhan kita, standarnya kita cukup berpatokan kepada kebutuhan primer, kebutuhan  selebihnya cukuplah hanya sebagai pemenuhan yang memiliki nilai manfaat nyata, sehingga kita tidak didesak oleh kebutuhan yang berlebihan yang pada akhirnya mendorong kita pada tindakan-tindakan instan yang terkadang menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bersifat pokok terebut.
  • Setiap anggota keluarga harus saling memberikan pengawasan prefentif antar anggota keluarga, dengan tetap mengedepankan pola-pola kasih sayang dan kekeluargaan sehingga tumbuh rasa saling keterbukaan.
  • Manfaatkanlah segala anugerah yang Tuhan berikan dengan sebaik dan sepositif mungkin tanpa melanggar norma-norma dan hukum yang berlaku, sehingga tidak terjadi “penyalahgunaan” anugerah Tuhan.
  • Kekayaan memang penting bagi manusia selama kekayaan itu bersumber dari hasil yang halal dan untuk yang halal, terkadang kita sering terjebak pada dalih “mencari sesuap nasi” padahal apa yang kita usahakan dengan segala cara (yang terkadang melanggar norma-norma dan hukum) sebetulnya tidak lagi berpatokan “cari makan” semata. Sehingga terkadang terlihat jelas bahwa perbuatan dan aktivitasnya tidak lagi seperti sosok seorang yang sulit “mencari sesuap nasi” dengan gaya hidup yang berlebihan.
  • Kita jangan terjebak pada bayang-bayang semu yang mampu menggusur akal sehat kita, sehingga kita diselimuti angan-angan yang jauh dari kenyataan, kita harus berusaha untuk terus berpikir realistis, ideal dan logis namun harus tetapi dibekali dengan ajaran agama karena akal kita yang terbatas jika tidak disertai dengan ajaran agama terkadang selogis apapun malah akan menjadi tidak logis dan cenderung merasa paling sempurna berdasarkan akalnya.
  • Bagaimanapun keimanan dan agama adalah kata kunci dari semua problematika, kita tidak boleh lari dari agama dalam kondisi apapun, semakin dalam kesulitan dan tekanan justru kita harus semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga kita tidak mudah terjebak dalam dorongan nafsu dan hedonitas.

Saya yakin masih banyak hikmah yang dapat kita tarik dari fenoma peristiwa Selly, namun karena segala keterbatasan yang ada maka hanya itulah yang dapat saya tuangkan. Disini saya tidak bermaksud men-judge siapapun termasuk Selly dan para korbannya, saya juga tidak bermaksud menggurui siapapun karena saya juga sadar bahwa saya masih haus akan ilmu. Disini saya hanya bermaksud menuangkan pemikiran saya sebagai respon atas suatu peristiwa yang berkembang dimasyarakat. Selebihnya Wallahualam !

Ref :

http://www.dudung.net

http://www.facebook.com/

Comments
5 Responses to “Hikmah Dibalik Aksi Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher”
  1. Sinyo mengatakan:

    Betul, setiap kejadian selalu ada hikmah yang dapat diambil. Sinyo juga pernah ketipu dan saya tulis di sini: http://sinyoegie.wordpress.com/2010/01/24/inilah-salah-satu-wajah-penipu-ulung/ semoga bermanfaat bagi yang lain.

    • Kang Javas mengatakan:

      Thx sobat dah mampir ke blog saya, semoga bisa bermanfaat. Insya Allah saya mampir ke blog sobat !

  2. serasi mengatakan:

    Thanks infonya…
    Ingin mengetahui hari kematianmu…?
    kunjungi http://tips-mempercantik-blog.blogspot.com/2010/02/ketahui-hari-kematianmu.html

    atau ingin ngetes pasanganmu…
    kunjungi http://resep-cinta.blogspot.com/2010/02/kalkulator-cinta.html

  3. blogsebelah mengatakan:

    Wah… kasihan ya orng2 yg masih bisa kena tipu. Biasanya merka itu orang awam. isteri teman saya jga hampir kena tipu. untung saya punya akses ke internet, setelah saya telusuri, ternyata ga ada tuh promo dari salah satu perusahaan wafer terkenal tsb. malah yg ada banyaknya laporan penipuan dg menggunakan nama perusahaan tsb. Akhirnya saya coba telpon. begitu yg angkat telpon itu tau bahwa saya ada di jakarta, dia langsung tutup telpon. ketika saya coba telpon lagi, ga aktif. Dia cuma berani ama orang di luar jakarta. Berarti dia itu tinggal di jakarta.

    Penipuan lewat FB emang lagi marak diberitakan. Walau sebenarnya sudah lama penipuan lewat FB itu berlangsung. Media massa juga bertanggung jawab atas populeritas FB. Orang awam tahu FB dari Media massa. Terus coba2. akhirnya ada yg menyalahgunakan, dan ada yg jadi korban.

    Makanya hati2 deh sama orang sekarang. Banyak yg dah lupa sama kampung akhirat. Dah pada materialistis.

    BTW, kunjungi blog saya juga ya…
    Ada info2 menarik nih seputar PKS dan gerakan2 radikal yg katanya bikinan intelijen.

  4. Hana mengatakan:

    Penjajahan budaya barat telah menggerogoti bangsa kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: