MOMENTUM KENIKMATAN DIMALAM HARI


Peristiwa ini berawal dari sebuah kenyataan hidup yang berawal dari kesusahan, namun ternyata dibalik kesusahan tersebut terselinap sebuah kenimatan yang tidak begitu disadarai.

Belakangan ini saya memiliki sebuah kebiasaan yang sering dianggap aneh oleh orang-orang yang memerhatikan kebiasaan saya tersebut. Disaat malam waktu tidur, normalnya semua orang masuk kedalam kamar dan kunci pintu rapat-rapat. Hal ini tidak berlaku dalam kebiasaan saya saat ini, dimana waktu tidur tiba saya langsung keluar rumah, saya palangkan sebuah bale bambu di depan pintu, kemudian saya ambil sebuah selimut, alas tidur, bantal, dan sebungkus losion anti nyamuk.

Pintu sengaja tidak saya kunci, toh pintu tersebut sudah terhalangi bale dan diatas bale tersebut nantinya ada saya yang terbujur tidur, bisa saja saya mengunci dari luar tapi kuncinya hanya satu, khawatir ketika malam hari keluarga saya mau keluar rumah eh malah tidak bisa keluar. Seperangkat perlengkapan tidur yang saya bawa keluar tersebut tidak serta merta saya pakai, alas tidur, selimut, dan bantal saya biarkan saja tertumpuk dulu begitu juga dengan losion anti nyamuknya tidak saya kenakan, dan saya terlentanglah seperti biasa layaknya orang tidur, badan saya miring menghadap kekanan, dua telapak tangan saya satukan dan saya jadikan bantal dibagian kuping kanan saya, kakai sedikit ditekuk, kepala keutara, muka dan badan menghadap kekiblat. Kesannya mungkin tidur saya begitu ribet, namun pada dasarnya tidak sama sekali.

Seiring dengan berlarutnya malam dan lelahnya badan saya setelah beraktivitas seharian, sayapun terlelap tidur. Ketika malam semakin larut dinginnya angin malam mulai melumat badan saya, wah bukain main dah dinginnya, apalagi disaat musim hujan seperti sekarang ini, terkadang angin yang begitu dingin akan bertambah dingin ketika disertai dengan hujan dimalam hari, saya pun semakin menggigil kedinginan dalam kekurang sadaran saya (karena saya dalam alam tidur). Rasa dingin tersebut lebih menusuk lagi ketika begitu banyak nyamuk yang sedang menikmati darah secara gratis dari balik kulit tubuh saya. Selain dinginnya sapaan angin dan gatalnya sedotan nyamuk, ternyata kepala dan badan saya agak pegal juga tidur tanpa bantal dan alas tidur. Hehehe……. tapi bagi saya itu adalah salah satu penyebab kenapa saya bisa menikmati malam versi saya.

Dengan adanya ketidaknyamanan tersebut akhrinya saya langsung mengenakan alas tempat tidur sehingga saya pun merasakan sebuah kenyamanan yang luar biasa, ditambah lagi dengan bantal sehingga kepala saya yang tadinya tidak nyaman menjadi sangat nyaman, rasa dingin yang menusuk tulang terasa nikmat seketika ketika selimut saya balutkan ketubuh saya, dan nyamuk yang terus menerus menyerbu sayapun saya lawan dengan menggunakan losion anti nyamuk kontan saja tidak ada lagi nyamuk yang berani mencium kulit saya.

Peristiwa tersebut mungkin terkesan sederhana, namun bagi saya disitu ada sebuah momentum waktu (peristiwa) yang memberikan kenikmatan dikala saya tidur, yaitu ;

  1. Mungkin saya tidak akan merasakan kenikmatan dari sebuah alas tidur dan bantal seandainya saya tidak merasakan dahulu betapa tidaknyamannya tidur tanpa alas dan bantal.
  2. Mungkin saya tidak akan merasakan nikmat dari sebuah selimut seandainya saya tidak merasakan dulu dingin yang meniupi badan saya.
  3. Mungkin saya tidak akan merasakan nikmat sebuah losion anti nyamuk seandainya saya tidak merasakan dulu serbuan para nyamuk.

Sepertinya ada kesan bahwa saya membuat hidup ini menjadi rumit dan sulit, sebetulnya sama sekali tidak. Ini hanyalah hikmah yang saya tarik dari kebiasaan saya selama ini, tentu hal ini jangan ditiru, karena saya juga sadar betapa jahatnya angin malam sehingga kurang baik untuk kesehatan.

Secara kesimpulan, hikmah utama dan terbesar yang saya simpulkan dari peristiwa tersebut mungkin sebagai berikut ;

  1. Orang yang terbiasa susah, maka ketika ia merasakan sebuah kemudahan ia akan merasakan betul nikmat dari kemudahan tersebut dan orang yang terbiasa dengan kemudahan tentunya biasa-biasa saja dengan kemudahan tersebut, namun ketika orang yang terbiasa mudah menemukan kesusahan maka bisa jadi ia tidak bisa berbuat apa-apa dengan bisa-bisa putus asa.
  2. Ketika kita diberi kesulitan, maka bersyukurlah seperti halnya ketika diberikan kemudahan, karena dengan diberikan kesulitan tersebut sebetulnya Allah sedang memberikan sebuah cita rasa kenikmatan untuk kelak dikemudahan yang akan kita terima.
  3. Kita harus mensyukuri setiap detik helaan nafas dan hidup kita, karena sebetulnya sepanjang hidup kita Allah tidak pernah mencabut nikmatnya untuk kita.

Dari hikmah pengalaman saya ini dalam menikmati waktu dimalam hari saya berharap semoga dapat ditarik sisi positifnya bagai sobat-sobat, saya yakin banyak pula sisi negatifnya, tapi sebaiknya buang saja jauh-jauh untuk hal yang berlabel “negatif”. Terimakasih sudah berkenan membaca, semoga bermanfaat. !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: