MENGAJARKAN SENI DENGAN TEKNOLOGI


Perkembangan teknologi merupakan hal yang tak dapat dihentikan dan dibatasi, hal ini sejalan dengan sifat ilmu pengetahuan yang berkembang tanpa batas. Seiring dengan perkembangan teknologi tersebut secara perlahan-lahan menggeser pula pola, karakter, cara berpikir dan cara pandang manusia. Awalnya teknologi dikembangkan untuk membantu memudahkan aktivitas manusia, namun seiring dengan berjalannya perkembangan waktu tersebut maka manusiapun semakin memiliki rasa ketergantungan terhadap teknologi, hal ini karena banyak keuntungan yang diberikan oleh teknologi kepada manusia, mulai dari kecepatan, kemudahan, dan fleksibilitas.

Teknologi diproses dari cara yang rumit untuk membuat mudah yang tadinya rumit, namun kini hal yang sederhanapun makin disederhanakan oleh teknologi, sungguh luar biasa teknologi.

Antara seni dan teknologi ada keterkaitan khusus dikeduanya, ketika teknologi dikembangkan hingga tercipta sebuah karya teknologi maka, tidak akan bisa lepas dari sifat artistik (seni). Kita dapat melihat bagaimana ponsel, kamera, computer, telepon, televisi dan lain sebagainya yang didesain sedemikian rupa sehingga, memiliki cita rasa seni tinggi yang dapat menarik perhatian para konsumen namun, tetap memiliki sifat fungsi utamanya sebagaimana benda teknologi yang diciptakan untuk membantu aktivitas manusia. Dengan adanya keterkaitan itulah yang pada akhirnya teknologipun menjadi pemeran utama dalam mengembangkan, menciptakan, dan memasarkan karya seni.

Bagi seorang pengajar atau guru, khusunya yang mengajar dibidang seni budaya akan merasa kesulitan ketika harus mengajarkan semua jenis bidang seni berdasarkan kurikulum, karena sangat jarang sekali guru seni yang mampu menguasai semua aliran seni mulai deri seni rupa, seni tari, seni suara, seni musik, seni teater, dan lain sebagainya. Oleh karena itulah ada kebijakan “Guru seni cukup menguasai dan mengembangkan minimal satu  jenis aliran seni”. Sebagai contoh, bisa kita bayangkan, seandainya sang guru hanya ahli dibidang seni rupa, maka ia hanya memfokuskan untuk mengajarakan seni rupa selama dia mengajar, sedangkan mungkin saja ada siswa yang berpotensi seni selain seni rupa, dan hal ini terbentur dengan sifat mata pelajaran seni budaya yang harus “dipraktekan”. Hal ini tentu tidak akan mampu memaksimalkan pola pengajaran seni yang seharusnya mampu mengenali potensi seni siswa, memupuk potensi seni siswa, mengolahkan potensi seni siswa, dan menjadikan potensi seni siswa sebagai karakter siswa itu sendiri di masa depan.

Pada dasarnya memang ini suatu hal yang wajar, karena terbatasnya kemampuan guru sebagai manusia biasa, namun seiring dengan perkembangan teknologi maka permasalahan dalam pola pengajaran seni ini harus dirubah dengan cara pemanfaatan teknologi itu tadi, dengan catatan sang gurupun harus mampu menggunakan teknologi dan minimal memahami teori-teori dasar jenis-jenis aliran ilmu seni, dan dalam pengajaran prakteknya itulah kita manfaatkan teknologi sebagai pendamping alat paktek pokok.

Salah satu peralatan teknologi yang sangat membantu dalam pola pengajaran mata pelajaran seni adalah komputer, yang dilengkapi audio system, dan pembesar layer (proyektor), lebih bagus lagi kalau dilengkapi dengan jaringan internet, dan tentunya juga harus disiapkan bahan-bahan yang akan disampaikan melalui media tersebut.

Fungsi yang paling membantu dari media tersebut adalah ketika guru harus menjelaskan materi pelajaran berikut dengan contohnya, misalnya ketika seorang guru yang tidak begitu mahir dengan seni tari namun dia harus menyampaikan materi seni tari dan juga harus mencontohkannya. Secara teoritis mungkin tidak masalah, namun ketika harus mencontohkan disinilah letak masalahnya. Hal itu bukan lagi suatu masalah ketika teknologi berperan, ketika sang guru harus mencontohkan berbagai seni tari, maka ia cukup mencontohkannya melalui media komputer beserta perangkatnya tadi dengan memutar video tari yang dicontohkan, sehingga masalahpun tidak ada dan siswa mendapatkan penjelasan dan pencontohan yang jauh lebih nyata dan imajinatif.

Contoh lain adalah ketika seorang guru harus menunjukan contoh berbagai macam aliran seni lukis, mungkin akan kewalahan karena harus menunjukan semua lukisan berdasarkan aliran seni lukis dihadapan siswa, dan melalui media teknologi hal ini dapat  dijembatani, guru hanya cukup mencari berbagai gambar model aliran seni lukis di internet, dan kemudian menyampaikan kepada siswa melalui media tadi. Begitu juga ketika guru harus mencontohkan yang lain-lainnya.

Yang pasti, dengan teknologi guru seni dapat menyajikan pembelajaran yang lebih informatif, detail dan imajinatif, siswa mampu diajak kedunia pembelajaran yang lebih nyata dan membangun karakter seni siswa itu sendiri. Hal ini mungkin sama halnya dengan mata pelajaran lain, yang ketika harus dijelaskan dan dicontohkan mungkin guru akan kesulitan harus menyediakan objek penjelasan dan pencontohan.

Jadi, dari pemaparan artikel saya ini dapat dikatakan bahwa idelanya semua sekolah harus dilengkapi dengan teknologi multimedia dalam proses pembelajaran di semua mata pelajaran, dengan catatan pula bahwa semua guru harus mampu menggunakan multimedia tersebut, minimal mau belajar agar dapat menggunakannya.

Saya yakin, artikel ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu saya sangat berharap sekali adanya tanggapan dari para pembaca, agar saya dapat terus mengembangkan pola pemikiran saya dalam turut serta mewujudkan dunia pendidikan yang mencetak generasi terdidik, pesan saya “bangunlah teknologi dengan pendidikan dan bangunlah pendidikan dengan teknologi”.

Comments
2 Responses to “MENGAJARKAN SENI DENGAN TEKNOLOGI”
  1. ahmad anshari mengatakan:

    trima kasih atas artikelnya
    dan ini menjadi inspirasi saya, dan jadi metode bagi saya dalam mengajarkan seni budaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: