IDEALITAS PERGURUAN TINGGI IDAMAN


Berbicara idaman, mungkin kita semuanya memiliki suatu hal yang sangat diidamkan, entah itu pasangan hidup, barang, gelar, karir, jabatan ataupun sebagainya. Ketika mengidamkan sesuatu, maka tidak dapat memungkiri akan adanya alasan-alasan mengapa  kita mengidamkannya, dan alasan-alasan itulah yang biasa disebut juga kriteria. Contoh sederhana, ketika kita mengidamkan sosok yang kelak akan menjadi pendamping hidup kita, maka dengan sendirinya kita akan menyusun kriteria-kriteria pendamping masa depan kita itu berdasarkan kehendak kita, sehingga dari kumpulan kriteria-kriteria tersebut terbentuklah sebuah “Idaman”. Lalu bagaimana jika yang dijadikan idaman itu adalah sebuah Perguruan Tinggi sebagaimana tema yang diusung pada Lomba Blog UII yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia ?.

Ketika kita ditanya, apa perguruan tinggi yang menjadi idaman anda ?, mungkin jawaban kita tidak akan sama, karena konotasi idaman cenderung identik dengan sudut pandang masing-masing orang-perorang. Ketika ditanya demikian, mungkin deskripsi yang terbangun dalam pikiran kita ada yang langsung mengarah ke perguruan tinggi yang populer, kampusnya megah, jurusannya banyak, mungkin pula ada yang mengarah ke perguruan tinggi negeri ternama, atau pula ada yang mengarah keperguruan tinggi swasta bonafit, hal itu sah-sah saja, karena kembali ke sifat “idaman’ tadi yang cenderung “selera’ personal.

Pada dasarnya kriteria-kriteria yang membuat perguruan tinggi menjadi idaman tidak dapat hanya disandarkan pada popularitas perguruan tinggi tersebut semata, ironisnya lagi ketika popularitas tersebut tidak dibangun diatas kewajiban perguruan tinggi sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dengan baik, melakukan penelitian, dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan Negara sebagaimana yang tertuang dalam Tri Dharma Pendidikan. Berdasarkan pemahaman saya, sebuah perguruan tinggi idelanya dijadikan idaman dengan criteria-kriteria sebagai berikut :

1. VISIONER


VisionerPerguruan tinggi harus memiliki visi dan misi yang jelas, logis, membangun, dan tentunya teraplikasi. Umumnya sudah pasti jika setiap perguruan tinggi memiliki visi dan misi, namun apa artinya jika visi dan misi tersebut hanya menjadi hiasan diding kampus, brosur, situs, dan angan-angan semata tanpa ada upaya pengaplikasian yang minimal di perguruan tinggi itu sendiri. Visi dan misi harus dirumuskan bersama oleh semua komponen civitas academica kampus, agar semuanya memiliki rasa tanggung jawab untuk diwujudkannya bersama-sama sehingga visi dan misi tersebut menjadi karakter identitas perguruan tinggi tersebut.

2. MORALITAS


MoralitasPendidikan moral tidak dapat dilepaskan dari semua lembaga pendidikan, mulai dari tingkat pra-sekolah hingga perguruan tinggi, karena disinilah terjadi interaksi satu sama lain yang sangat kuat dan aktif. Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tertinggi harus lebih intensif dalam menekankan pendidikan moralitas, betul memang bahwa peserta didik di perguruan tinggi masuk dalam kategori usia dewasa, namun itu bukan berarti 100% berbanding lurus dengan dewasanya moral.
Berhasilnya pendidikan moral di suatu lembaga pendidikan adalah setengah dari seluruh indikator keberhasilan semua proses pendidikan, namun kegagalan dalam pendidikan moral adalah sama halnya dengan kegagalan seluruh proses pendidikan, karena apa hebatnya intelektual yang tinggi namun moralnya kerdil. Dengan berhasilnya pendidikan moral di perguruan tinggi, maka secara tidal langsung telah mematri “JAGA NAMA BAIK ALMAMATER” secara pemanen di jiwa dan raga semua lulusannya. Selain itu perguruan tinggi yang dikenal berhasil dalam mendidik moral peserta didiknya, sudah barang tentu menjadi idaman bagi para orang tua calon peserta didik yang ingin anaknya bermoral tinggi.

3. MANAJEMEN


ManajemenUntuk mewujudkan sesuatu yang baik tentunya harus diolah dengan baik juga, karena hanya dari preses yang baik maka akan tercipta produk yang baik. Begitu pula dalam pengelolaan perguruan tinggi yang harus dikelola secara profesional, pengelolaan yang professional akan terwujud jika dikelola oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan loyal dibidang yang menjadi bagian dalam pengelolaan perguruan tinggi tersebut, dimana setiap orang yang berperan sebagai pengelola menempati bagian tugasnya sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya secara mumpuni dan melaksanakan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas. Dengan pengelolaan yang professional maka akan mengurangi tingkat kesalahan teknis dan kesalahan dalam mengambil keputusan/kebijakan. Dengan pengelolaan yang professional, maka akan terwujudnya kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi tersevut.

4. AKREDITASI


AkreditasTerakreditasinya suatu perguruan tinggi merupakan sebuah nilai tambah bagi perguruan tinggi tersebut, karena dengan terakreditasinya perguruan tinggi tersebut (terlebih nilai akreditasinya A) maka itu menandakan bahwa perguruan tinggi tersebut memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah, baik dari segi manajemen, fasilitas, kurikulum, dan lain sebagainya. Sebagaimana kutipan dari situs Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, bahwa

“Akreditasi dipahami sebagai penentuan standar mutu serta penilaian terhadap suatu lembaga pendidikan (dalam hal ini pendidikan tinggi) oleh pihak di luar lembaga pendidikan itu sendiri. Mengingat adanya berbagai pengertian tentang hakikat perguruan tinggi (Barnet, 1992) maka kriteria akreditasi pun dapat berbeda-beda “.

5. TENAGA PENGAJAR (DOSEN)


SDMDosen  merupakan salah satu sosok terpenting pada sebuah perguruan tinggi, karena ditangannya-lah kearah mana mahasiswa/mahasiswa akan dibawa ?, ditangannya-lah mahasiswa/mahasiwi tersebut akan dibentuk sebagai sosok insan yang cendikia, cerdas dari segi akal dan moral. Oleh karena itu, sudah barang tentu dosen yang ada pun harus betul-betul ahli dan mahir dibidangnya tersebut dan memiliki rasa pengabdian yang tinggi dalam mewujudkan generasi bangsa yang unggul. Harus diingat bahwa pribahasa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari” berlaku juga bagi dosen.

6. KERJASAMA


KerjasamaSebagai bentuk adanya upaya untuk memajukan lembaga dan warganya, maka perguruan tinggi harus menjalin hubungan yang luas, baik dengan pemerintah maupun swasta, baik itu dengan antar perguruan tinggi maupun dengan perusahaan, baik dengan yang didalam negeri maupun luar negeri. Dengan adanya hubungan antar perguruan tinggi maka perguruan tinggi tersebut akan memiliki tolak ukur dalam persaingan yang positif sekaligus menjadi sinergi dalam memajukan bangsa, begitu juga bekerja sama dengan stakeholder, maka perguruan tinggi dapat berinteraksi langsung dengan dunia kerja nyata sebagai upaya untuk memajukan kampus, mahasiswa, masyarakat, bangsa dan Negara.

7. BEASISWA


BeasiswaMenurt wikipedia.org, Beasiswa adalah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga pemerintah, perusahaan ataupun yayasan. Pemberian beasiswa dapat dikategorikan pada pemberian cuma-cuma ataupun pemberian dengan ikatan kerja (biasa disebut ikatan dinas) setelah selesainya pendidikan. Lama ikatan dinas ini berbeda-beda, tergantung pada lembaga yang memberikan beasiswa tersebut .
Untuk memotivasi semangat belajar mahasiswa sekaligus sebagai salah satu bentuk kepedulian kampus bagi masyarakat yang kurang mampu, sudah sepatutnya perguruan tinggi memberikan beasiswa baik secara langsung maupun melalui pihak ketiga yang telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi tersebut. Dengan adanya beasiswa maka akan tampak adanya apresiasi yang sangat postif dari perguruan tinggi untuk mewujudkan bangsa yang cerdas.

8. FASILITAS


FasilitasFasilitas kampus yang lengkap merupakan salah satu indicator terpenting bagi sebuah perguruan tinggi yang layak disebut idaman, karena dengan tersedianya sarana dan prasarana akan sangat menunjang semua proses pendidikan di kampus tersebut. Semua perguruan tinggi seyogyanya sudah memiliki fasilitas yang lengkap sebelum dibuka untuk proses perkuliahan, hal ini menjadi ironi ketika perguruan tinggi tersebut membuka proses perkuliahan dengan fasilitas seadanya dan diperparah lagi ketika ingin menambahkan fasilitas baru maka pembiayaannya mutlak dibebankan kepada mahasiswa.

9. BIAYA DAN AKUNTABILITAS


BiayaBiaya adalah kata kunci paling identik jika dikaitkan dengan perkuliahan, ibarat kata “Ada uang saya kuliah, gak ada uang saya gak kuliah”. Rasanya memang sulit mencari perguruan tinggi yang berkualitas dengan fasilitas lengkap dengan biaya yang relatif murah, apalagi untuk seukuran perguruan tinggi swasta, karena antara biaya dan proses perkuliahan ada keterkaitan timbal balik yang tidak dapat dipisahkan. Mahasiswa menyerahkan uang untuk berjalannya proses perkuliahan, dan sebagai timbal baliknya kampus menyelenggarakan proses perkuliahan, namun hal ini menjadi tidak logis apabila mahasiswa dijadikan “komoditi bisnis” kampus untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya.
Harus kita akui betul bahwa biaya adalah “bahan bakar” bergeraknya roda perkuliahan, dan supaya roda itu tetap bergerak maka pengelolaan anggaran yang ada harus efisien, akuntabel dan transparan. Sehingga dalam pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik, minimal dilingkungan kampus itu sendiri.

10. KURIKULUM


Untuk sebuah perguruan tinggi yang menjadi idaman, kurikulum tentunya harus berstandar minimal standar internasional sebagai upaya untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Karena jika hanya berstandar nasional perguruan tersebut hanya kana menjadi “jago kandang”.
Kurikulumpun harus diimplementasikan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu menjadi penggerak kurikulum tersebut.

11. DINAMIKA


DinamikaDinamika yang dimaksud adalah suasana dan aktifitas perkuliahan di perguruan tinggi, mulai dari lingkungan yang aman dan nyaman, adanya interaksi yang komunikatif dan harmonis antar semua elemen di perguruan tinggi tersebut, bersih dari dunia kriminal, dan dipeliharanya rasa kesadaran hukum. Untuk mewujudkan dinamika kampus yang sehat maka harus dibuat aturan khusus yang berlaku bagi semua warga kampus dan harus ditegakkan tanpa terkecuali.

12. HASIL KARYA


Hasil KaryaSebagaimana yang tertuang di Tri Dharma Pendidikan, maka perguruan tinggi harus melakukan proses peneletian dengan memanfaat semua sarana dan prasarana secara maksimal, karena dari penelitian tersebutlah akan tercipta sebuah karya yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara atau bahkan mungkin dunia. Perguruan tinggi harus mampu menjadi pionir pendobrak tradisi bangsa Indonesia yang di cap sebagai Negara konsumtif menjadi Negara produktif, dan perguruan tinggi yang memiliki karya yang bermanfaat banyak, otomatis akan menjadi kebangga tersendiri khusunya bagi kampus dan mahasiswanya itu sendiri, umumnya bagi seluruh dunia.

13. KEPEDULIAN


KepedulianBagi sebuah perguruan tinggi, dimana disitulah berkumpulnya para intelktualis bangsa, rasa kepedulian saya rasa harus ada. Perguruan tinggi harus peka terhadap perkembangan zaman, dinamika politik, perkembangan ekonomi, kemajuan ilmu pengetahun, kehidupan sosial dan lain sebaginya. Karena sebetelunya disinilah pembangunan bangsa dimuali dengan proses pembentukan SDM yang handal, kepedulian dilinkungan kampus minimal tercermin dilingkungan kampus itu sendiri.
Dengan tingkat kepedulian yang tinggi, maka perguruan tinggi tersebutpun akan terus mengembangkan objek penelitiannya mengikuti dinamika kehidupan, sehingga terciptalah perguruan tinggi yang up to date dan menjadi lokomotif peradaban bangsa dikancah persaingan dunia.

14. INOVATIF

InovatifInovatif adalah kata wajib bagi sebuah perguruan tinggi yang ingin maju, setelah majupun inovatif harus ada. Sebuah perguruan tinggi tidak boleh terpaku pada tradisi-tradisi yang sekiranya menghambat perkembangan dan kemajuan kampus, harus banyak hal-hal baru yang dicoba dan tidak takut gagal. Contoh sederhana pertama adalah reformasi OSPEK, OSPEK yang identik dengan perpeloncoan harus dirombak total sistemnya sehingga tidak ada kesenjangan antar tingkatan yang menimbulkan rasa dendam yang turun temurun. OSPEK harus kembali ke posisi awalnya, yaitu sebagai masa waktu adaptasi &  pengenalan kampus, disitulah segala apa yang dimiliki dan dimampui oleh perguruan tinggi diperkenalkan kepada peserta OSPEK, dan segala hal yang tidak bermanfaat dalam OSPEK tersebut harus dibuang jauh-jauh.

Contoh kedua adalah dibukanya lembaga usaha kampus yang dikelola oleh mahasiswa berdasarkan fakultas/jurusan atau unit kegiatan mahasiswa, yang keuntungannya digunakan untuk kegiatan mahasiswa itu sendiri, sehingga perguruan tinggi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk setiap diadakannya kegiatan mahasiswa, cukup pengeluaran pertama sebagai modal, dan untuk selanjutnya dana kegiatan diambil dari keuntungan usaha kampus, ya minimal menekan pengeluaran kampus sekaligus memberikan pengalaman usaha pada mahasiswa.

15. KEMAHASISWAAN

KemahasiswaanKegiatan kemahasiswaan adalah pilihan lain cara mahasiswa untuk belajar dan memanfaatkan keluangan waktu. Kegiatan kemahasiswaan yang variatif dapat memberikan warna tersendiri bagi suasana kampus, semakin variatif kegiatan kemahasiswaan maka semakin banyak pilihan bagi mahasiswa untuk memanfaatkan waktu luang, belajar, sekaligus menyalurkan minatnya yang positif. Kegiatan kemahasiswaan harus mengedepankan kualitas dan profesional dengan bimbingan yang baik, sehingga keberadaan wadah kegiatan kemahasiswaan betul-betul bermanfaat. Kegiatan kemahasiswaa sebagai tempat belajar ekstra harus diposisikan sebagai wahana praktek dari setiap mata kuliah yang diajarkan, sehingga antara intra dan ekstra ada keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan dan saling menguntungkan.

16. PRESTASI

Prestasi bagi sebuah perguruan tinggi adalah sebuah pengakuan atas apa yang dicapai oleh  perguruan tinggi tersebut, namun prestasi bukanlah klimaks dari sebuah perjuangan, prestasi adalah pecutan untuk lebih maju lagi. Harus kita akui bahwa dengan pengakuan prestasi berarti ada gambaran akan adanya proses pendidikan yang positif dikampus tersebut. Prestasi akan terus bergerak, ia akan berhenti pada tempat layak disinggahinya, jadi bagi saya prestasi pada perguruan tinggi idaman akan lebih indah lagi kalau dicapai ketika saya diperguruan tinggi tersebut dan prestasi tersebut tetap berada diperguruan tinggi tersebut hingga saya lulus. Dan bagi saya, tidak begitu masalah juga kalau perguruan tinggi tersbut belum memiliki prestasi banyak, tapi minimal perguruan tinggi tersebut ada potensi dan mau untuk berprestasi.

Sebagai manusia biasa, saya sadar betul jika kriteria dari definisi perguruan tinggi idaman yang saya susun ( tidak secara hierarki ) tersebut jauh dari kata sempurna, baik, dan mungkin juga jauh dari kata benar, tapi setidaknya itulah pemahaman saya mengenai definisi perguruan tinggi yang saya idamkan. Antara saya (penulis) dengan pembaca mungkin akan berbeda pendapat ketika diharuskan mendefiniskan sebuah perguruan tinggi idaman, bagi saya perbedaan pendapat itu adalah sesuatu yang wajar dan mungkin juga baik, karena bisa saja dengan adanya perbedaan pendapat akan menjadi masukan tambahan yang positif bagi perguruan tinggi – perguruan tinggi yang ada di Indonesia untuk berlomba-berlomab berbenah diri agar menjadi perguruan tinggi terbaik, perguruan tinggi idaman, atau bahkan perguruan tinggi favorit Indonesia.

Besar harapan saya akan adanya saran atau kritik yang bersifat membangun, khusunya bagi saya dan umumnya bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

SUMBER REFERENSI

http://www.ban-pt.depdiknas.go.id

http://www.depdiknas.go.id

http://www.google.co.id

http://www.id.wikipedia.org

http://www.phtp.net

http://www.uii.ac.id

Comments
10 Responses to “IDEALITAS PERGURUAN TINGGI IDAMAN”
  1. heru mengatakan:

    Gak Ikut Lomba Blog UII mas…??

    • Kang Javas mengatakan:

      Mau….. eh setelah di posting tulisannya ternyata web lombanya gak bisa di akses, baru hari ini nih diregistrasikan. Do’ain ya…… heuheuheuheu….

  2. akhyar mengatakan:

    lebih salut sama anda.. komplit euy.:mrgreen:

  3. ahmad.web.id mengatakan:

    Wah, tulisannya berbobot sekali mas. lengkap lagi, semoga menjadi salah satu pemenang di Lomba Blog UII nanti..

    • Kang Javas mengatakan:

      Ah biasa aja mas, cuma celotehan orang biasa ko mas, hehehe… tapi makasih banyak mas atas do’anya. Ya yang terpenting bukan menang atau kalahnya sih, tapi unsur manfaatnya ! heuheuheu…😀

  4. Huang mengatakan:

    salam kenal kang javas🙂

    lengkap ulasannya untuk kontes uii😀

    semoga berhasil ya kang.

    • Kang Javas mengatakan:

      Amiiiiiiiiiiiin……… makasih mas atas do’anya, tapi yang terpenting mudah-mudahan ulasan itu dapat bermanfaat🙂

  5. bang salom mengatakan:

    selamat dan sukses ya atas keikutsertaannya delam lomba blog UII dengan tema : Perguruan Tinggi Idaman
    Mampir balik ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: